Layar selanjutnya pengaturan jumlah memori yang akan dialokasikan untuk
mesin virtual dalam satuan Megabyte. Secara otomatis, VirtualBox akan
memberikan saran alokasi memori untuk sistem operasi Windows 7 yang akan diinstall adalah 192 MB.
Jika
ingin melakukan perubahan, isian maksimal ditunjukan oleh indikator
warna hijau atau setengah dari total jumlah memori komputer yang
tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi terganggu. Selanjutnya
tekan tombol Next.
Bagian selanjutnya adalah pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual
Windows 7.
VirtualBox memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan
dibuat berdasarkan jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya.
Kapasitas hard disk yang disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai
kebutuhan kita.Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan:
- Do not add a virtual hard drive
Opsi
ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual
akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin
virtual Windows 7 selesai dilakukan.
- Create a virtual hard drive now
Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Windows 7.
- Use an existing virtual hard drive
Gunakan opsi ini untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.
Pilih opsi
Create a virtual hard drive now karena kita akan langsung membuat
hard disk virtual untuk mesin virtual
Windows 7. Kemudian tekan tombol
Create.
Layar
selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual
yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox menggunakan format file VDI (
VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan hard disk virtual.
VirtualBox juga mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VMDK (
Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware, VHD (
Virtual Hard Disk) format dari
Microsoft Virtual PC, HDD (
Parallels Hard Disk) format aplikasi virtual dari
Parallels atau format dari aplikasi virtual QEMU.
Setelah menekan tombol
Next,
pengaturan selanjutnya untuk menentukan "bagaimana" hard disk virtual
yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk
host).
Di bagian ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
- Dynamically allocated,
Artinya
kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas
hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran
hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi
berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
- Fixed size,
Artinya
kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas
hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut
masih kosong atau belum digunakan.
Disarankan untuk memilih opsi
Dynamically allocated, kemudian tekan tombol
Next.
Layar
selanjutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat
menyimpan file-file mesin virtual yang akan kita buat. Kita juga dapat
menempatkan file-file mesin virtual ke dalam folder atau direktori yang
sudah ada, atau pada hard disk lain yang berbeda dengan hard disk yang
digunakan oleh sistem operasi utama.
Di layar ini, kita juga dapat merubah kapasitas
hard disk virtual yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan kita. Jika dalam langkah ke-6 kita memilih opsi
Dynamically allocated,
maka kita dapat membuat ukuran hard disk virtual sampai 2 Terabyte,
walaupun hard disk fisik (utama) kita tidak mencapai ukuran 2 Terabyte.
Namun, jika kapasitas hard disk fisik kita dibawah 2 Terabyte, tentunya
kapasitas
hard disk virtual yang dapat digunakan maksimal kapasitas
hard disk fisik yang tersisa.
Tekan tombol
Create untuk membuat mesin virtual
Windows 7 berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan.
Selesai proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox, akan ditampilkan sebuah mesin virtual
Windows 7 dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstall.
Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual
Windows 7 yang kita buat. Klik ganda pada mesin virtual
Windows 7 atau klik tombol
Start (icon panah) untuk menjalankan mesin virtual
Windows 7.
Dikarenakan
mesin virtual yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara
otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang berguna untuk
memilih
disk drive yang berfungsi sebagai
start-up.
Klik icon di bagian kanan untuk memilih master
Windows 7.
Pilih
master sistem operasi yang akan digunakan. Format file master sistem
operasi dapat dalam bentuk iso, cdr atau dmg. Klik ganda pada file
master
Windows 7 atau klik tombol
Open untuk menutup
pop-up pemilihan file dan kembali ke layar sebelumnya.
Untuk proses instalasi selanjutnya, langkah-langkah dan tahapan yang akan dilakukan sama seperti instalasi Windows 7 pada komputer "nyata".
ttp://dosen.gufron.com/tutorial/step-by-step-instalasi-windows-7/4/
Untuk Indonesia, jenis
keyboard yang digunakan adalah
US. Selanjutnya, tekan tombol
Next untuk melanjutkan proses instalasi.
2 Menu Pilihan Instalasi atau Perbaikan
Di bagian ini, jika kita akan melakukan proses instalasi, kita tinggal menekan tombol
Install Now. Namun, jika kita akan melakukan proses perbaikan terhadap
Windows 7 yang sudah diinstall pada komputer, maka kita dapat menekan bagian
Repair your computer.
3 Lisensi Penggunaan
Selanjutnya akan ditampilkan lisensi penggunaan dari
Windows 7. Tandai opsi
I accept the licence terms dan kemudian tekan tombol
Next untuk melanjutkan proses instalasi.
4 Pilihan/Opsi Instalasi
Di bagian ini akan diberikan 2 (dua) opsi untuk proses instalasi
Windows 7 yang akan dilakukan. Opsi
Upgrade digunakan untuk memperbaharui versi
Windows yang sudah ada pada komputer, sementara opsi
Custom (advanced) digunakan untuk melakukan instalasi baru
Windows 7 ke komputer. Selain itu, dengan opsi
Custom kita dapat melakukan pembuatan partisi
hard disk secara manual, menentukan posisi partisi instalasi dan pengaturan-pengaturan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.
5 Pembuatan Partisi Hard Disk
Seperti terlihat pada gambar,
hard disk yang terpasang belum memiliki partisi sama sekali. Jika kita ingin memisahkan sistem operasi
Windows 7 dengan dokumen kerja (data), maka kita harus membuat minimal 2 (dua) partisi. Karena itu, proses pembuatan partisi
hard disk harus dilakukan secara manual.
Walaupun tidak dianjurkan, kita dapat membuat partisi secara otomatis dengan menekan tombol
Enter, namun partisi yang dibuat hanya ada 2 (dua) buah partisi dimana 1 (satu) partisi dengan ukuran 100 MB digunakan sebagai
System Reserved untuk memastikan seluruh fitur
Windows 7
bekerja dengan sempurna dan tidak dapat digunakan sebagai lokasi
penyimpanan data, karena partisi ini tidak dapat diakses ketika
menjalankan sistem operasi
Windows 7, dan 1 (satu) partisi lain untuk sistem operasi, sehingga sistem operasi dan dokumen kerja akan berada dalam partisi yang sama.
Untuk membuat partisi baru atau menambah partisi baru, posisikan kursor pada bagian
Unallocated space dan kemudian tekan menu
Drive options (advanced) untuk menampilkan opsi pembuatan partisi yang tersedia.
Dalam layar pembuatan partisi, kita dapat menentukan ukuran partisi yang akan kita buat berdasarkan sisa kapasitas (
space) hard disk yang tersisa dan ukuran partisi ditentukan berdasarkan satuan Megabyte. Selanjutnya tekan tombol
Apply untuk membuat partisi baru yang kita inginkan atau tombol
Cancel untuk membatalkan proses pembuatan partisi baru.
Dikarenakan
hard disk belum memiliki partisi
master boot record, secara otomatis
Windows 7
akan menampilkan peringatan tentang pembuatan partisi tambahan dengan
ukuran sekitar 100 MB. Partisi tersebut akan digunakan sebagai system
tempat pembacaan awal saat komputer dihidupkan. Klik tombol
OK untuk melakukan pembuatan partisi.
Jika
kita ingin menambah partisi baru, proses yang dilakukan adalah sama.
Yang perlu kita ingat adalah, partisi yang dibuat dalam proses ini
semuanya menjadi partisi
primary,
sehingga maksimal partisi yang bisa dibuat hanya 4 (empat) buah partisi.
Pembuatan partisi baru juga dapat dilakukan setelah selesainya proses
instalasi
Windows 7.
6 Penentuan Lokasi Installasi Windows 7
Langkah selanjutnya adalah menentukan di partisi mana
Windows 7 akan diinstall dengan cara meletakan posisi kursor pada partisi yang diinginkan. Setelah itu tekan tombol
Next untuk memulai proses instalasi
Windows 7.
Dalam proses instalasi, komputer akan
booting ulang beberapa kali dan melanjutkan proses instalasi secara otomatis.
7 Pembuatan Account Pengguna Windows 7
Setelah proses instalasi awal selesai, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah membuat account pengguna. Username merupakan account yang akan digunakan untuk login ke dalam sistem operasi, sementara computer name
adalah nama dari komputer tersebut. Nama komputer ini terutama akan
digunakan untuk pengenalan komputer yang terhubung ke jaringan, selain
dari alamat IP (Internet Protocol) masing-masing komputer. Jika kita ingin menambah account-account pengguna lain, kita dapat melakukannya setelah proses instalasi selesai. Penambahan account ini dapat dilakukan pada bagian Control Panel.
Klik tombol Next untuk melanjutkan proses konfigurasi Windows 7.
Proses selanjutnya adalah membuat kata kunci (password) untuk user yang telah dibuat. Klik tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi.
8Isian Serial Key Windows 7
Di bagian ini, kita akan diminta untuk mengisikan serial atau kunci produk dari
Windows 7 yang kita gunakan. Jika kita tidak memiliki kunci produk
Windows 7 yang kita gunakan,
Microsoft masih memperbolehkan kita untuk menggunakannya selama 30 hari. Proses pengisian kunci produk ini juga bisa kita lakukan saat
Windows 7 sudah selesai kita instalasi. Setelah itu, klik tombol
Next untuk melanjutkan proses instalasi.

9 Pengaturan Update Windows 7
Selanjutnya kita akan diminta untuk menentukan proses
update (memperbaharui) sistem operasi
Windows 7 yang kita gunakan. Jika komputer yang digunakan terhubung ke Internet, sebaiknya gunakan pilihan
Use recommended settings atau
Install important updates only
agar sistem operasi yang kita gunakan akan selalu diperbaharui sehingga
keamanan dari sistem operasi yang kita gunakan dapat lebih terjamin.
10 Pengaturan Zona Waktu, Tanggal dan Waktu
Pada bagian ini, kita dapat menentukan zona waktu yang akan digunakan, jam dan tanggal komputer. Tekan tombol
Next untuk melanjutkan proses instalasi.
11 Pengaturan Koneksi Jaringan
Jika
komputer yang sedang di install terhubung ke jaringan, kita akan
diminta untuk menetukan jenis koneksi jaringan yang digunakan. Adapun
jenis yang dapat kita pilih adalah:
- Home network
Pilihan
ini digunakan jika komputer kita terhubung ke dalam jaringan yang dapat
dipercaya, karena dalam pilihan ini, kita dapat berbagi (sharing) dokumen yang kita miliki dengan pengguna di komputer lain.
- Work network
Pilihan ini bisa dikatakan hampir sama fiturnya dengan home network.
- Public network
Pilihan ini digunakan jika komputer kita terhubung ke dalam jaringan publik seperti cafe dan hotspot.
12 Penyelesaian Instalasi Windows 7
Setelah itu layar berganti dengan tampilan desktop
Windows 7 dan proses instalasi sistem operasi
Windows 7 sudah selesai dilakukan.